Jumat, 15 Mei 2009

makalah kajian al-qur'an surah ar-ra'd ayat 12&13

KAJIAN AL-QUR’AN SURAH AR-RA’D Ayat 12-13
TUTORIAL
(menguraikan ayat-ayat yang berhubungan dengan ke elektroan)





OLEH:
FUJI LESTARI
0800621
S-1 PEND. TEKNIK ELEKTRO







JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2009
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur atas berkar rahmat Alloh SWT yang telah memberikan kemudahan dalam penyusunan makalah ini sehingga bisa di selesaikan dengan baik. Makalah ini ditulis selain sebagai pelengkap tugas juga dimaksudkan untuk memberikan sedikit pengethuan kepada pembaca tentang hal seputar kajian ayat alqur’an surah ar-ra’d ayat 12 dan 13 .
Dalam rangka menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang muslim dan seorang maha siswa untuk berdakwa dan saling mengingatkan atar sesama muslim serta belajar dan memberikan pengetahuan yang ada kepada orang lain dalam hal berbagi. Mengkaji ayat al-qur’an merupakan k ewajiban kita bersama sehingga kita tau jalan hidup mana yang benar.
Dalam al-qur’an surah ar-ra’d ayat 12dan 13 ini terdapat banyak sekali isi kandungan yang perlu kita ketahui bersama baik dalam bidang keduniaan (ilmu pengetahuan dan teknologi, ) maupun yang bersangkutan dengan akhirat dan keagungan Alloh. Makalah ini ditulis berdasarkan kajian kitab suci al-qur’an yang sudah di jamin kebenarannya oleh sang pencipta alam semesta dan penulis susun secara berkesinambungan sehingga lebih mudah di pahami oleh pembaca dam mudah-mudahan pembaca bisa mengambil isi kajian ayat ini dan menerapkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Akhir nya penulis beharap semoga tulisan ini memberi manfaat bagi pembaca dan ucapan terima kasih pada teman-teman beserta semua yang telah memberikan dukungan dan bantuannya dalam penulisan makalh ini.demikian pula jika ada kekurangan dalam penulisan makalah ini penulis mohon maaf dan penulis menerima saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan tulisan ini.


Bandung, Mei 2009

Fuji lestari



DAFTAR ISI

KATA PENGANTA……………………………………………………………………i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………ii
BAB. I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG………………………………………………………1
1.2 TUJUAN……………………………………………………………………..1
1.3 METODE PENULISAN………………………………………………….....1
1.4 MANFAAT PENULISAN…………………………………………………..1
BAB II ISI
2.1 ASBABUN NUZUL………………………………………………………..2
2.2 TELAAH TAFSIR………………………………………………………......3
2.3 KAJIAN KEILMUAN……………………………………………………...5

BAB III KESIMPULAN……………………………………………………………...8

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………....iii








BAB. 1 PENDAHULUAN
1 latar belakang.
Pemilihan kajian ayat al-qur’an surah ar-rad ayat 12 dan 13 merupakan salah satu wujut untuk mengetahui lebih dalam tentang ayat ini yang memiliki implikasi penerapan dalalm berbagai aspek kehidupannya. Selain itu motivasi saya dalam memilih ayat ini karena isinya yang lebih kompleks dan memiliki bukti nyata akan kekuasan Alloh swt.
Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah kajian ayat surat Ar-ra’d ayat 12 dan 13 ini adalah untuk mengkaji lebih dalam petunjuk Alloh yang ada dalam al-qur’an serta untuk menjadi referensi pengetahuan Islam sehingga memperkaya pengetahuan bagi pembaca.
1.3 METODE PENULISAN
Metode penulisan makalah kajian ayat ini yaitu dengan kajian pustaka serta menelaah ayat pada al-qur’an tafsir dan terjemahan.
1.4 MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat penulisan makalah kajian ayat ini adalah menambah keimanan dan ketaqwaan pembaca juga akan dapat mencegah seseorang untuk terperosok ke dalam jurang kemunafikan. Dengan menelaah ayat ini dan memahami arti serta kandungan di dalam nya bisa membuat kita lebih yakin akan kekuasan Alloh SWT serta membuat kita tambah bersyukur kepada-Nya.
2.1 ASBABUN NUZUL
AL-QUR’AN SURAH AR-RA’D Ayat 12-13
Sesungguhnya Kami telah menurunkan (al qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.†(QS. Al Qadr: 1 – 5)
Secara ibtida’i; al-Qur’an yang turun tanpa didahului oleh suatu sebab yang melatarbekanginya.
وَمِنْهُمْ مّنْ عَاهَدَ اللّهَ لَئِنْ آتَانَا مِن فَضْلِهِ لَنَصّدّقَنّ وَلَنَكُونَنّ مِنَ الصّالِحِينَ
”Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah; sesungguhnya Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bershadaqah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih” (QS. At-Taubah : 75).

Sesungguhnya ayat ini mula-mula turun untuk menjelaskan keadaan sebagian orang-orang munafiq. Adapun mengenai berita yang masyhur bahwa ayat-ayat ini turun berkaitan dengan Tsa’labah bin Hathib dalam suatu kisah yang panjang yang disebutkan oleh mayoritas ahli tafsir dan dikuatkan oleh mayoritas da’i (pemberi nasihat), merupakan riwayat yang dla’if (lemah) yang tidak dapat dibenarkan.
Secara sababi; yaitu ayat Al-Qur’an yang diturunkan didahului oleh suatu sebab yang melatarbelakangi. Sebab-sebab tersebut bisa berupa :
a. Pertanyaan yang dijawab oleh Allah ta’ala. Contohnya :
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنّاسِ وَالْحَجّ
”Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah : “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji” (QS. Al-Baqarah : 189).
b. Kejadian sebuah peristiwa yang membutuhkan penjelasan dan peringatan.
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنّ إِنّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ
”Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab : “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja” (QS. At-Taubah : 65).
Dua ayat di atas turun berkenaan dengan seorang laki-laki dari golongan munafik yang berkata dalam suatu majelis pada waktu perang Tabuk : “Kami tidak melihat orang semisal pembaca Al-Qur’an kita ini, mereka paling besar perutnya, paling dusta lisannya, dan paling penakut ketika bertemu dengan musuh”. Yang dimaksudkan adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat beliau. Kemudian hal itu sampai terdengar oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, kemudian turunlah ayat Al-Qur’an. Kemudian laki-laki tersebut datang kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk meminta maaf kepadanya, maka beliau menjawab dengan memebacakan firman Allah ta’ala :
أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ
”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, danRasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah : 65).
c. Adanya suatu permasalahan yang membutuhkan penjelasan hukumnya. Contohnya :
قَدْ سَمِعَ اللّهُ قَوْلَ الّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيَ إِلَى اللّهِ وَاللّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمآ إِنّ اللّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
”Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”
(QS. Al-Mujaadilah : 1).

Rasulullah SAW bersabda:"Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran".
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'' (Ali 'Imran: 190-191).
Rasullullah berkata:
"Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah SWT. Dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah SWT tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

2.2 TELAAH TAFSIR
Firman AllohSWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 12-13.


Artinya:
‘’Dia lah tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan , dan Dia mengadakan awan mendung.[12]. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Alloh,(demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Alloh melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah- bantahan tentang Alloh , dan Dia-Lah tuhan yang maha keras siksa -Nya.[13]’’(qs ar-ra’d [13]:12-13).
Pokok-pokok isinya
1. Keimanan:
Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah; hanya Allah yang menerima doa dari hamba-Nya; memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas rasul menyampaikan agama Allah.
2. Hukum-hukum:
Manusia dilarang mendoakan yang jelek-jelek untuk dirinya; kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.
3. Kisah-kisah: Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.
4. Dan lain-lain:
Beberapa sifat yang terpuji; perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah berhala dan orang-orang yang menyembah Allah; Allah tidak mengubah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.
HUBUNGAN SURAT AR RA'D DENGAN SURAT IBRAHIM
1. Dalam surat Ar Ra'd disebutkan bahwa Al Quraan itu diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai pemisah antara yang baik dengan yang bathil, sedangkan hikmah menurunkan dalam bahasa Arab itu belum dijelaskan. Dalam surat Ibrahim hikmah itu dijelaskan.
2. Dalam surat Ar Ra'd Allah mengatakan bahwa seorang rasul tak akan dapat melakukan suatu mu'jizat tanpa izin dari Allah, maka dalam surat Ibrahim para rasul menegaskan bahwa beliau-beliau adalah manusia biasa, tak dapat mendatangkan suatu mu'jizat tanpa izin Allah.
3. Dalam surat Ar Ra'd disebutkan bahwa Nabi Muhammad s.a.w. menyerukan agar manusia bertawakkal kepada Allah, dan dalam surat Ibrahim Nabi Muhammad s.a.w. menerangkan bahwa para rasul bertawakkal hanya kepada Allah.
4. Dalam surat Ar Ra'd Allah menyebutkan perbuatan-perbuatan makar orang-orang kafir, maka di surat Ibrahim diulangi lagi, dan disebutkan pula sifat-sifat mereka yang tidak tersebut dalam surat Ar Ra'd itu.

2.3 KAJIAN KEILMUAN
Alloh memberikan petunjuknya dengan berbagai perumpamaan-perumpamaan sehimgga dengan perumpamaan itu banyak yang mendapat petunjuk-Nya dan juga banyak yang kafir kepada-Nya. Segala fenomena yang terjaji di alam semesta adalah ketetapan Alloh seperti terjadinya petir, haalilintar, dan semuanya tunduk dan bertasbih dengan memuji-Nya.jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam bukan terjadi dengan sendirinya akantetapi ada yang mengaturnya yaitu Alloh SWT tempat bergantung segala sesuatu dan ilmu-Nya meliputi seluruh alam (Subhanalloh).
Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al-Qur'an. Terutama dalam surat Al – Baqarah : 19 -20 dan surat Ar-Ra'd sesungguhnya adalah "Guruh". Dalam ayat-ayat tentang petir, Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki. [harunyahya.com]
Dalam kajian keilmuan mengenai petir ini saya mengutip dari salah satu artikel yang dibuat oleh Faris Amudi yang berjudul ”Kekuatan Petir yang Tersembunyi”.
Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.
Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.
Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Al-Qur'an, "... Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur, 24 : 43).
Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.
Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.
Kajian keilmuan mengenai petir lainnya adalah pembangkit listrik tenaga petir yang masih diteliti oleh ilmuwan – ilmuwan (dibidang elektro) dan menurut penelitian bahwa petir itu dapat membantu proses pembentukan O3 (Ozon) dari oksigen (O2).

BAB III. KESIMPULAN
Al-Qur’an merupakan ucapan Allah Subhanahu wa Ta’la yang hendaknya setiap manusia pada umumnya dan kaum muslimin pada khususnya agar mempelajarinya dengan pemahaman yang benar, kemudian meyakininya dan mengamalkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Jadi alqur’an di turunkan pada malam lailatul qadar(malam kemulian), ALLOH SWT menurunkan al qur’an dengan sebenarnya menjadi petunjuk bagi manusia( berisi kabar gembira dan peringatan)dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
“dengan kitab itulah ALLOH SWT menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan –Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula ALLOH mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita menuju cahaya yang terang benderang dengan sizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.(q.s Almaidah .17)”.
Surat Ar-Ra'd lebih banyak menitik beratkan pada pembuktian kebenaran keesaan Allah, kepastian akan terjadinya hari berbangkit. Dijelaskan pula tugas-tugas para rasul dan kebenaran dari kitab-kitab suci yang dibawa mereka. Terhadap mereka yang ingkar
dan memusuhi para nabi-nabi itu, diterangkan bahwa mereka pasti mengalami kegagalan dan kehancuran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar